WKRI Peduli Kanker

 

Dr. Marselus : Diharapkan ibu-ibu bisa mengetahui cara mendeteksi kanker secara dini

 

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) merupakan organisasi masyarakat yang dipanggil untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan iman dan karya pewartaan Injil dalam konteks Indonesia secara khusus Sulawesi Utara. Dalam rangka mewujudkan hal ini WKRI mengadakan Rapat Pleno VIII.

Yang menarik dari rapat pleno yang ke-8 kali ini adanya Seminar Penyuluhan Kesehatan tentang Cara Mendeteksi Kanker Sejak Dini yang bertempat di Gedung Kasuang Spiritual Center Tondano, Sabtu (4/2). Tema ini secara khusus diangkat bertepatan adanya Hari Kanker Sedunia.

Adapun susunan acara dari WKRI dalam rangka Rapat Pleno VIII yaitu:

  • Ucapan selamat datang Ketua Presidium (Ibu Ansye Lumentut)
  • Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Chris Santie, MSC selaku pastor paroki Santo Antonius Padua Tataaran
  • Sambutan atas nama pemerintah
  • Pemaparan program kerja serta mengevaluasi kalender 2016 kegiatan apa yang telah berlangsung dan memaparkan program kerja tahun 2017
  • Makan siang dan istirahat
  • Acara Penyuluhan Kesehatan

Dalam seminar ini dihadiri narasumber yaitu Dr. Marselus A. Merung, SpB(K)Onk. Beliau adalah dokter spesialis bedah konsultan bidang Onkologi yang bertugas di rumah sakit Kandou Manado dan  di apotik Kartens.

Pada kesempatan itu, Dr. Marselus memaparkan persentasinya dengan topik ‘Tumor VS Kanker’. Dalam pemaparannya, Kanker yang sering terjadi yaitu Kanker Payudara, Kanker Kulit dan Kanker Usus Besar.

“Berdasarkan data saat ini di Indonesia disebutkan bahwa Kanker menjadi masalah yang serius dengan jumlah penderita sangat banyak. Sekitar 1,4% sekitar 347.782 orang menderita kanker dan diperkirakan tahun 2030 orang yang menderita kanker mencapai 13 juta dari penduduk Indonesia”, ungkapnya.

Beliau memaparkan bahwa Kanker yang memiliki lambang kepiting dapat berasal dari pertumbuhan tumor jinak yang masih berukuran kecil mengarah kepada tumor ganas yang berkembang sampai kelihatan seperti ada kaki-kaki. Dari hal ini, pentinglah untuk mewaspadainya dan lebih memperhatikan untuk pemeriksaan secara dini. Pemeriksaan secara dini dimaksudkan agar tumor yang masih kecil masih dapat disembuhkan karena masih belum menyebar luas di dalam tubuh manusia. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk memeriksakan kesehatannya di saat seseorang masih kelihatan sehat.

“Memang kebanyakan masyarakat Indonesia lebih cenderung tidak memeriksakan kesehatan tubuhnya dengan berbagai alasan, misalnya takut untuk diperiksa dokter, tidak memiliki biaya dan bahkan mengatakan bahwa apa yang dialaminya sebagai kehendak dari Tuhan. Alasan ini harus dihapuskan dari pemikiran masyarakat,” tegasnya.

Beliau mengharapkan dengan seminar ini, ibu-ibu yang hadir khususnya WKRI bisa mengetahui cara mendeteksi kanker secara dini dan mengingat kata ‘CERDIK’ artinya:

C = Cek kondisi kesehatan secara berkala

E = Enyahkan asap merokok

R = Rajin aktivitas fisik

D = Diet sehat dengan kalori seimbang

I = Istirahat yang cukup

K = Kendali sangat penting

Adapun kesan dari salah satu peserta yang ikut seminar mengatakan bahwa ia sangat bersyukur adanya seminar tentang penyuluhan kesehatan ini sebab sangat bermanfaat bagi ibu-ibu apalagi dalam hal mendeteksi kanker secara dini. Baginya, seminar ini dapat menambah wawasan dan bisa semakin waspada terhadap kanker.

Adapun yang hadir dalam acara ini yaitu pihak pemerintahan yang diwakili oleh Lurah Tataaran II, Sonny Supit, SE bersama Camat Tondano Selatan, Robert Ratulangi, S.Pd, MM.

Richard Axel

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment