Menariknya Misa Syukur Tahbisan Imam Baru bernuansa Minahasa-Tionghoa

Mgr.Suawatan: Tahun Baru Imlek menjadi Tahun yang Baik dalam Tahbisan Imam Baru

Umat Katolik hendaklah berbangga dan bersyukur adanya imam yang baru di Tahbiskan yaitu Pastor Ricardo Senduk, MSC oleh Mgr. Joseph Suwatan, MSC di Gereja Bunda Hati Kudus Kairagi Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, Sabtu (28/1).
Pastor Ricardo Senduk, MSC berasal dari Kelurahan Woloan, Tomohon. Ia pernah menjadi frater diakon di Ekuador dan akan kembali ditugaskan di Paroki Santo Fransiskus, Tixan, dan Palmira Provinsi de Chimborazo, Ekuador, Amerika Latin untuk tugas selanjutnya sebagai pastor yang baru. Hal ini berdasarkan surat tugas yang diumumkan oleh Provinsial MSC Indonesia yaitu Pastor John Luntungan, MSC.
Dalam Perayaan Ekaristi berlangsung, Mgr. Suwatan dalam kata pengantarnya mengajak seluruh umat untuk mensyukuri misa syukur tahbisan imam ini yang bertepatan dengan tahun baru imlek masyarakat Tionghoa. Tahun baru Imlek merupakan pesta perubahan musim. “Musim yang baru ditandai dengan tahun ayam. Ayam berkokok pada pagi hari mengingatkan kita untuk bangun pagi untuk pergi berdoa dan misa sebelum kita kerja sepanjang hari. Hal ini juga memiliki arti simbolik. Ayam pekerja keras karena sejak pagi-pagi sudah bangun untuk melakukan tugasnya kiranya juga, imam yang baru nantinya menjadi orang yang bangun pagi untuk melaksanakan tugas.”
Adapun dalam khotbah, Mgr. Suwatan mengatakan bahwa Tahun Baru Imlek dilihat sebagai hari yang baru di mana adanya perubahan musim dingin ke musim semi. Kedatangan musim semi ditandai dengan pepohonan yang memunculkan pucuk-pucuk baru. Inilah hari baru kehidupan, hari yang baik untuk melaksanakan pentahbisan imam baru.
Momen yang indah ini yang bertepatan dengan perayaan tahun baru Imlek mewarnai kesatuan Perayaan Ekaristi dengan adanya nuansa inkulturasi dua budaya yaitu Minahasa dan Tionghoa. Hal ini terlihat dari bagian awal Perayaan Ekaristi menampilkan lagu-lagu dan tarian maengket khas Minahasa. Dan ditengah Perayaan Ekaristi nuansa Tionghoa terlihat dalam lagu persembahan yang berbahasa Mandarin.
Pada akhir Perayaan Ekaristi, Pst. John Luntungan, MSC selaku Provinsial MSC Indonesia memberikan peneguhan kepada imam baru dengan menyebutkan kembali sapaan uskup bahwa dalam melakukan semuanya ini hendaknya engkau ingat bahwa engkau diambil dari antara manusia dan ditetapkan bagi manusia untuk menghubungkan mereka dengan Allah. Oleh karena itu, penuhilah tugas Kristus imam agung itu senantiasa dengan gembira hati dalam cinta kasih sejati. Jangan mencari apa-apa yang menyenangkan untuk dirimu sendiri melainkan carilah semua yang berkenan kepada Kristus.


“Imam berbeda dari seorang direktur atau manager karena ia tidak mengejar keuntungan ekonomis finansial ia tidak menargetkan selesainya satu proyek produktif untuk kumpulkan harta benda duniawi biarpun itu dibutuhkan”, ungkapnya.
Pastor John menambahkan, “Paus Fransiskus menegaskan tentang gembala di mana gembala yang buruk berpikir tentang dirinya sendiri dan mengambil untung dari domba-dombanya sedangkan gembala yang baik memperhatikan dan memberi diri kepada domba-dombanya. Hendaklah pastor sebagai gembala yang baik dapat melayani dengan memiliki integritas, dapat dipercaya dan sungguh diandalkan.”
Disebutkan ucapan terima kasih Pastor John kepada panitia dan umat paroki atas segala usaha dan kerja keras dalam mempersiapkan perayaan mulia ini. Adapun Pastor Miller Senduk, MSC dan Pastor Paulus Pitoy, MSC pada beberapa bagian bertindak sebagai pembawa tata cara misa syukur ini. Sesudah Perayaan Ekaristi, semua orang mengarah ke bangsal yang terletak di lapangan samping gereja untuk mengikuti acara lanjutan dan ramah tamah. Adapun dalam acara lanjutan, suasana meriah dan sukacita dirasakan oleh uskup, para pastor dan seluruh umat Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting beserta undangan yang lain. Dalam acara lanjutan, anak-anak Serikat Kepausan Anak Misioner mewarnainya dengan membawakan lagu Mandarin. Selain itu, terlihat adanya barongsai.
“Dipilih menjadi ketua panitia sangat berat untuk saya tetapi saya berusaha menjalaninya dan dengan selesainya acara ini saya merasa bahagia dapat berjalan dengna lancer. Hal ini dapat berjalan lancar karena kinerja dan kerja sama yang terlihat antar teman-teman panitia. Meskipun ada tantangan tetapi dapat diatasi dengan baik.” ungkap Ketua Panitia, Dr. Marselus Merung sebagai ketua stasi Sintia Vincentia.
Bp. Marselus menambahkan bahwa harapan besar dengan adanya tahbisan imam ini, anak-anak dapat terpanggil untuk menjadi seorang pastor seperti Pastor Ricardo.

Leave a Comment